LAMBANG KEMAKMURAN, WARGA DESA KERTOSARI ARAK JOLEN SELAMATAN DESA
- Jul 30, 2024
- Kofan
- Event
Kertosari - Dalam rangka Selamatan Desa, warga Desa Kertosari dengan suka cita beramai-ramai arak Jolen hasil bumi dan Tumpeng Agung yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kertosari, Jum'at (26/07/2024).
Acara yang sudah menjadi tradisi ini diikuti oleh seluruh RT dan RW Desa Kertosari. Dalam arakannya warga mempersiapkannya tiga hari sebelum acara dimulai. Ada yang berupa Jolen dari hasil bumi berupa sayur-sayuran dan buah buahan, ada juga yang berupa nasi tumpeng agung yang berisikan nasi, lauk pauk beserta ayam panggangnya.
Kepala Desa Kertosari yang didampingi Forcopimca Pasrujambe dan Kepala Sekolah beserta guru-guru yang ada di Desa Kertosari mengatakan, Sedekah Desa ini sebelumnya hanya di minta cukup satu RW satu Jolen saja tapi yang hadir sepertinya lebih dari yang diperkirakan sebelumnya. Itu dikarenakan para RT RT banyak yang membawa Jolen jadi lebih banyak.
Warga Desa Kertosari kali ini sangat antusias karena mereka tidak hanya membawa Jolen dan Tumpeng Agung, mereka juga menampilkan tarian-tarian lengkap dengan sound systemnya yang menambah kemeriahan acara sedekah Desa ini.
Warga mengarak Jolen dari depan rumah bapak RT Harun Dusun Krajan menuju Balaidesa Kertosari. Setelah Jolen sudah sampai di Balaidesa, Peserta dipersilahkan tampil atau atraksi diatas atau dibawah panggung setelah itu dido'akan. Ada do'a dari umat Hindu, sesepuh adat, lalu dilanjutkan do'a dari umat Islam.
Masyarakat beramai-ramai berebut Jolen dan Tumpeng Agung. Semua tampak bergembira walaupun berdesak desak'an. "Memang dari turun temurun masyarakat percaya jika hidangan baik itu nasi, lauk ataupun sayur-sayuran yang dari bersih desa itu bisa membawa keberkahan untuk dimakan" kata ustad Syamsul salah satu tokoh agama di Desa Kertosari.
Semoga dengan adanya kegiatan ini masyarakat semakin guyup rukun, semakin banyak rejekinya dan dihindarkan dari balak musibah. Setelah acara Jolen selesai pada pukul 14:00 WIB dilanjutkan dengan ruwatan Desa yang dipandu oleh dalang diatas pentas pagelaran Wayang Kulit. (KIM/Kfn).