TRANSFORMASI UMKM DESA KERTOSARI DARI KONVENSIONAL KE DIGITAL
- Jan 29, 2026
- KIM Desa Kertosari
- Sosial
Kertosari, Lumajang - Menghadapi dinamika pasar global yang kian kompetitif, Pemerintah Desa Kertosari secara resmi menginisiasi langkah fundamental untuk merevitalisasi sektor ekonomi kerakyatan. Acara yang di kemas dalam Pembinaan UMKM Masyarakat Desa Kertosari ini berlangsung di Pendopo Balaidesa Kertosari, rabu (28/01/2026).
Kegiatan pembinaan intensif yang dirancang sebagai batu loncatan bagi pelaku UMKM lokal untuk bertransformasi dari skala konvensional menuju entitas bisnis yang profesional.
Kegiatan strategis ini melibatkan representasi pelaku usaha dari empat wilayah administratif utama, yakni Dusun Krajan, Kebonan, Dadapan, dan Tesirejo. Kehadiran para pelaku UMKM dengan membawa sampel produk unggulan mereka menjadi potret nyata dari besarnya gairah kewirausahaan yang tengah tumbuh di akar rumput.
H. Bambang Wignyo dalam arahannya melalui BPK. Sekdes Kertosari yaitu BPK. Edy Faizin menekankan pentingnya perubahan paradigma bagi para pelaku usaha desa. Beliau menegaskan bahwa keberlanjutan usaha di era modern tidak lagi cukup hanya dengan mengandalkan kualitas rasa, melainkan harus ditopang oleh kredibilitas formal dan kekuatan visual.
"Kita tidak boleh lagi terjebak dalam pola usaha yang berjalan ala kadarnya. Hari ini adalah momentum bagi UMKM Kertosari untuk berbenah secara struktural, mengadopsi teknologi, agar produk kita memiliki daya saing yang setara di pasar nasional," tegasnya dengan penuh wibawa.
Pembinaan ini mengintegrasikan tiga pilar utama pembangunan UMKM yaitu :
Formalitas Hukum:
Menghadirkan Bpk. Andri Aprianto dari Disnakertrans Kabupaten Lumajang, para peserta dibekali urgensi kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, hingga sertifikasi Halal sebagai instrumen krusial untuk menembus pasar ritel modern.
Diferensiasi Branding:
Mengonstruksi identitas produk agar memiliki nilai keunikan (unique selling point) yang kuat di mata konsumen.
Digitalisasi Pemasaran:
Melalui pendampingan teknis dari KIM Desa Kertosari yang dipandu oleh Udhatul Arifin dan M. Kofan Muklis, pelaku usaha diajarkan strategi penetrasi pasar melalui marketplace dan optimasi media sosial. Dalam satu hari itu terdapat satu produk yang berhasil dipasarkan ke dalam tokopedia yang dipasang di akun tiktik KIM Desa Kertosari dengan link : https://vt.tokopedia.com/t/ZS91DKTmMCtaS-ywqNd/ produk sudah bisa diorder dan sudah memiliki IRT. "Kedepan semua produk UMKM akan kita masukkan ke platform digital Tokopedia atau di Platform lainnya" Kata Ketua KIM, M. Kofan Muklis dalam kegiatan memproses branding produk.
Desa Kertosari memiliki keunggulan komparatif yang signifikan sebagai sentra penghasil komoditas umbi-umbian, singkong, dan ketela berkualitas tinggi sejak lintas generasi. Selain itu, hamparan perkebunan kopi rakyat yang luas merupakan aset berharga yang selama ini belum tergarap secara maksimal dari sisi branding.
Melalui sinergi ini, Pemerintah Desa berupaya melakukan hilirisasi produk pertanian. Bahan mentah yang melimpah tersebut diharapkan tidak lagi keluar dalam bentuk komoditas murah, melainkan telah melalui proses pengolahan dan pengemasan yang profesional, sehingga memberikan nilai tambah (added value) ekonomi bagi warga.
Menyadari bahwa perubahan tidak terjadi dalam semalam, Pemerintah Desa Kertosari memastikan program ini bersifat berkelanjutan (sustainable). Pembentukan kanal komunikasi digital melalui grup koordinasi menjadi bukti komitmen bahwa pendampingan akan terus dilakukan secara real-time.
Langkah visioner ini diharapkan tidak hanya memperkuat fundamental UMKM yang telah ada, tetapi juga merangsang ekosistem lahirnya wirausahawan baru yang inovatif. Desa Kertosari kini melangkah pasti menjadi desa mandiri yang mampu mengawinkan kearifan lokal dengan kemajuan teknologi modern. (KIM/Kfn).
#umkmindonesia #kertosari #pasrujambe #KIM_Desa_Kertosari #UMKM_Kertosari