Sinergi Tanpa Batas: KIM Desa Kertosari Raih Juara 1 Kompetisi Video Kampanye TB Tingkat Nasional Tahun 2026

  • May 05, 2026
  • KIM Desa Kertosari
  • Kesehatan

Kertosari, Pasrujambe, Lumajang – Prestasi membanggakan kembali lahir dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Kertosari yang sukses menyabet Juara 1 dalam ajang Kompetisi Video Kampanye Kreatif Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Organisasi Pasien (POP) Tuberkulosis (TB) Indonesia. 

Lomba yang digelar mulai dari tanggal 13 dan ditutup pada 23 April ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 ini menjadi panggung bagi KIM Desa Kertosari untuk menunjukkan bahwa pesan kesehatan yang berat dapat dikemas menjadi tontonan yang menggugah melalui kekuatan visual dan cerita. Untuk pengumuman pemenang sudah diumumkan pada hari Senin tanggal 4 Mei 2026.

Dalam proses penjuriannya, video kreatif yang dikirimkan peserta dinilai melalui tahapan:
1. Penilaian publik dengan bobot 20% yang dilihat dari banyaknya Like, Comment, Repost, Save, dan Share postingan video
2. ⁠Penilaian juri dengan bobot 80% yang meliputi kejelasan pesan, ketepatan informasi, kreativitas dan kekuatan penyampaian video, serta kualitas visual dalam penyajian video.

Perolehan Juara 1 dalam kompetisi tingkat nasional ini tidak diraih sendirian oleh KIM Desa Kertosari. Kunci utama dari pesan dalam video yang dikompetisikan ini adalah kolaborasi nyata di lapangan. Dalam proses produksinya, KIM Desa Kertosari menggandeng berbagai pihak terkait untuk menciptakan narasi yang autentik, yaitu dengan Tenaga Kesehatan UPTD Puskesmas Pasrujambe, Pemerintah Desa, Kader GERBANGMAS sebagai garda terdepan dalam memberikan akurasi data medis dan edukasi penanganan TB, Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang menunjukkan peran pemberi rasa aman dalam mendukung lingkungan yang sehat dan kondusif, serta partisipasi aktif dari masyarakat sekitar sebagai representasi dukungan sosial yang kuat bagi para pejuang TB.

Sinergi ini membuktikan bahwa penanganan TB bukan hanya urusan sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Hingga saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait keterlambatan penemuan kasus dan tingginya stigma terhadap orang dengan TB. Video karya KIM Desa Kertosari hadir untuk membedah hambatan tersebut. Melalui pendekatan sinematik, mereka menggambarkan bagaimana dukungan dari aparat, tenaga kesehatan, dan tetangga dapat mempercepat proses penyembuhan pasien.

"Kami ingin menunjukkan bahwa di Desa Kertosari tidak ada yang berjuang sendirian. Kolaborasi dengan Puskesmas hingga Babinsa adalah bentuk nyata bahwa rantai penanganan TB tidak boleh putus," ungkap Perwakilan Tim Kreatif KIM Desa Kertosari.

Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kecamatan Pasrujambe dan Kabupaten Lumajang serta Indonesia untuk terus berinovasi dalam menyebarkan edukasi kesehatan. Dengan semangat gotong royong yang telah dipraktikkan oleh KIM Desa Kertosari dan mitra terkait, langkah menuju Indonesia Bebas TB menjadi semakin nyata.

Pemerintah Desa Kertosari berharap prestasi ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran warga akan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan pengobatan demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan sejahtera bagi semua.

#KIMKertosari #SinergiKertosari #LawanTB #Hardiknas2026 #POPTBIndonesia #EdukasiKesehatan #LumajangBerprestasi #Gerbangmas