PEMERINTAH TUNTASKAN PENANGANAN NORMALISASI DAM ROWO GEDANG. PERSAWAHAN 5 DESA TERSELAMATKAN
- Aug 15, 2023
- Mohamad Kofan Muklis
- Sosial
Kertosari - Pemerintah kabupaten Lumajang menuntaskan penanganan normalisasi yang menimbun DAM Rowo Gedang di Desa Kertosari yang mengakibatkan terjadinya kekeringan di 5 desa dengan mendatangkan alat berat excavator (Bego) guna mengeruk timbunan material lahar dingin Semeru. Di hari terakhir kegiatan normalisasi wakil bupati Lumajang, Indah Amperawati (bunda Indah) mengunjungi lokasi tersebut disambut riang gembira para petani dan warga sekitar dengan mengadakan tasyakuran makan bersama, Sabtu (29/07/2023).

Foto : Dok. Kim Desa Kertosari
Banjir lahar dingin gunung Semeru yang terjadi pada beberapa hari yang lalu membuat kekhawatiran yang sangat bagi petani. Hal ini dikarenakan lahan pertanian di 5 desa mengalami kekeringan jika tidak disegerakan penanganannya. Pemerintah Desa Kertosari bergerak cepat dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama langsung menemui wakil bupati Lumajang. Setelah bertemu, menceritakan kondisi Dam Rowo Gedang dengan bunda Indah, besoknya pada kamis (20/07/2023) sebuah Bego besar datang ke Dam Rowo Gedang desa Kertosari.
DAM Rowo Gedang adalah satu-satunya DAM untuk daerah irigasi (DI) yang mengaliri bukan hanya di wilayah desa Kertosari. DAM ini juga mengaliri persawahan desa di bawahnya yaitu desa Kloposawit, Tumpeng, dusun Rampakpakis Jokarto dan Nguter yang luasnya 657 hektar lahan pertanian. Oleh karena itu, para petani hampir setiap hari menanyakan ke Kepala Desa Kertosari kapan ini bisa didatangkan Begonya karena jika dikerjakan seluruh para petani di 5 desa tidak akan mampu. Ini dikarenakan sangat panjang dan tingginya timbunan materialnya.
Di hari pertama pengerjaan normalisasi, para petani sangat antusias datang untuk kerja bakti membantu Bego untuk mengerjakan yang tidak bisa dijangkau Bego seperti lubang dibawah tanggul dan pembersihan di pinggir-pinggir aliran. Dihari-hari berikutnya, para petani yang di koordinir juru kunci dari masing-masing desa terus bergiliran untuk melakukan kerja bakti. "Kami siap melakukan kerja bakti menemani Bego bekerja untuk normalisasi. Kami bekerja secara giliran sampai air mengalir normal kembali," ungkap Misnan juru kunci DAM Rowo Gedang.
Dalam kunjungannnya, bunda Indah mengatakan, dampak dari tertimbunnya Rowo Gedang sangat terdampak sekali, tidak hanya persawahan di 5 desa yang luasnya 657 hektar tapi sumur-sumur warga sekitar juga kering. "Kita bekerjasama dibantu alat berat oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) kemudian operasionalnya dari APBD kita, sampai di hari ke delapan ini insyaallah tuntas dan mudah-mudahan nanti sore air bisa segera dialirkan dan besok sudah bisa dimanfaatkan warga," ungkapnya.
Kepala Desa Kertosari, H. Bambang Wignyo menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan normalisasi Dam Rowo Gedang ini. "Terima kasih juga kepada bunda Indah yang secara cepat merespon keluhan kami, sehingga para petani di 5 desa ini sangat senang dan gembira karena imbas kekeringan ratusan hektar lahan persawahan sudah teratasi," ucapnya. (KIMDsKertosari/Kfn)