Pemasangan RUBUHA Syngenta di Poktan Kertojoyo IV Jadi Solusi Alami Menekan Hama Tikus di Desa Kertosari
- Jul 20, 2026
- KIM Desa Kertosari
- Umum
Kertosari, Lumajang – Upaya pengendalian hama tikus secara ramah lingkungan terus dilakukan guna menjaga produktivitas pertanian. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pemasangan RUBUHA (Rumah Burung Hantu) oleh para petani Bersama Syngenta di area Kelompok Tani (Poktan) Kertojoyo IV, Dusun Dadapan, Desa Kertosari, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jum'at (17/07/2024).
Program ini menjadi harapan baru bagi para petani dalam menghadapi meningkatnya serangan hama tikus yang belakangan mulai mengkhawatirkan.
Kegiatan pemasangan RUBUHA berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan dihadiri oleh berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap sektor pertanian. Hadir dalam kegiatan tersebut Dinas Pertanian Kecamatan Pasrujambe, Pendamping Pertanian dari perusahaan Syngenta, Kepala Dusun Dadapan, Koramil Pasrujambe, serta para petani dari Desa Kertosari yang selama ini merasakan dampak langsung dari serangan hama tikus di lahan pertanian mereka.
Hama tikus merupakan salah satu ancaman utama bagi sektor pertanian, khususnya tanaman padi. Dalam waktu singkat, tikus mampu merusak tanaman sejak fase persemaian hingga menjelang panen. Akibatnya, hasil panen petani dapat menurun secara signifikan dan berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Kondisi tersebut mulai dirasakan oleh para petani di wilayah Dusun Dadapan. Intensitas serangan hama tikus yang semakin meningkat mendorong perlunya langkah pengendalian yang efektif, berkelanjutan, dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, pemasangan RUBUHA menjadi salah satu solusi yang dinilai tepat karena memanfaatkan predator alami, yaitu burung hantu.
Dalam kesempatannya, Ibu Sri Handayani dari Dinas Pertanian Kecamatan Pasrujambe mengapresiasi sinergi antara Syngenta, kelompok tani, pemerintah desa, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pengendalian hama tikus melalui pemanfaatan burung hantu merupakan langkah yang lebih bijaksana karena tidak hanya efektif, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan.
"Burung hantu merupakan sahabat petani yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem persawahan. Kami berharap pemasangan RUBUHA ini dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam menerapkan pengendalian hama secara alami. Keberhasilan program ini tentu membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga habitat burung hantu agar tetap lestari," ujar Sri Handayani.
Ia juga mengajak seluruh petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan rodentisida secara berlebihan dan mulai mengedepankan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang memanfaatkan musuh alami sebagai bagian dari sistem pertanian berkelanjutan.
Burung hantu dikenal sebagai predator alami tikus yang sangat efektif. Dalam satu malam, seekor burung hantu dewasa mampu memangsa beberapa ekor tikus. Dengan tersedianya RUBUHA sebagai tempat tinggal, burung hantu diharapkan dapat berkembang biak dan menetap di sekitar area persawahan sehingga mampu mengendalikan populasi tikus secara alami sepanjang musim tanam.
Program pemasangan RUBUHA oleh Syngenta mendapat sambutan positif dari para anggota Poktan Kertojoyo IV. Mereka berharap keberadaan rumah burung hantu tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi kerugian akibat serangan tikus sekaligus mengurangi penggunaan racun tikus yang dapat mencemari lingkungan.
Selain memberikan manfaat ekologis, pengendalian hama melalui burung hantu juga mendukung penerapan pertanian yang lebih berkelanjutan. Keseimbangan rantai makanan di lingkungan persawahan tetap terjaga sehingga ekosistem pertanian menjadi lebih sehat, produktif, dan ramah lingkungan.
Namun demikian, keberhasilan program RUBUHA tidak hanya bergantung pada pemasangan rumah burung hantu semata. Dukungan seluruh masyarakat menjadi faktor penting agar burung hantu dapat hidup dengan aman di lingkungan persawahan. Masih adanya anggapan negatif terhadap burung hantu maupun tindakan perburuan menjadi tantangan yang harus dihilangkan melalui edukasi kepada masyarakat.
Untuk itu, seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa burung hantu harus dipandang sebagai aset pertanian yang wajib dilindungi. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah penyusunan Peraturan Desa (Perdes) mengenai perlindungan dan pelestarian burung hantu. Peraturan tersebut diharapkan mampu memberikan dasar hukum bagi masyarakat agar tidak melakukan perburuan maupun tindakan yang dapat mengganggu habitat burung hantu.
Melalui Perdes tersebut, pemerintah desa bersama kelompok tani dapat menyusun program edukasi, sosialisasi, serta pengawasan terhadap keberadaan burung hantu di kawasan persawahan. Dengan demikian, populasi burung hantu dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata dalam menekan populasi hama tikus.
Sinergi antara perusahaan, kelompok tani, pemerintah desa, Dinas Pertanian, aparat kewilayahan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan sistem pertanian yang tangguh terhadap ancaman hama. Pemasangan RUBUHA oleh Syngenta di Poktan Kertojoyo IV bukan sekadar membangun rumah burung hantu, melainkan menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus melestarikan keseimbangan lingkungan.
Harapannya, program ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Lumajang untuk menerapkan pengendalian hama secara alami. Dengan semakin banyak burung hantu yang hidup dan berkembang di kawasan persawahan, populasi hama tikus dapat ditekan secara efektif, hasil panen petani meningkat, kesejahteraan petani terjaga, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. (Kfn/KIM)
#RUBUHA #RumahBurungHantu #SyngentaIndonesia #PengendalianHamaTikus #HamaTikus #BurungHantu #PertanianBerkelanjutan #PengendalianHamaTerpadu #PHT #PetaniIndonesia #KelompokTani #PoktanKertojoyoIV #DesaKertosari #DusunDadapan #KecamatanPasrujambe #Lumajang #PertanianLumajang #SawahIndonesia #PadiIndonesia #KetahananPangan #PertanianRamahLingkungan #PertanianModern #PertanianJawaTimur #SinergiPetani #LestarikanBurungHantu #SahabatPetani #PanenMelimpah #InovasiPertanian #PertanianIndonesia #KabarLumajang